Penyakit yang Menyerang Balita (Anemia dan Kawannya)


Kesehatan / Minggu, Februari 25th, 2018
Bahaya Penyakit Menyerang Anak
Anak Rentan Terhadap Penyakit

Melihat tingkah laku anak kecil terutama balita pasti sangat menggemaskan dan lucu. Setiap orang yang melihat balitas tersebut pasti sangat gemas. Bahkan, ingin mencubit pipinya yang lucu dan tembam serta setiap orang akan dibuatnya tertawa melalui tingah lucu mereka.  Setiap orang tua, ketika melihat balitanya aktif serta ceria merupakan kebahagian tersendiri disamping hal itu menjadi salah satu indikator bahwa balita tersebut dalam keadaan sehat.

Kesehatan merupakan salah satu hal yang sangat berharga terutama kesehatan buah hati. Apapun akan dilakukan oleh orang tua agar buah hatinya tetap dalam keadaan sehat. Anak balita sangat beresiko tinggi terkena berbagai macam penyakit baik penyakit itu ringan sampai penyakit berbahaya. Diatara penyakit yang sering menyerang si kecil yakni demam, batuk, pilek, diare,infeksi saluran pernafasan akut (ISPA),penyakit kulit,eritema (warna merah pada kulit) serta  gangguan pencernaan. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh purnawati pada tahun 2007 mengatakan bahwa terdapat berbagai jenis penyakit yang sering terjadi pada balita di indonesia yaitu diare (gastroenteritis), ISPA (infeksi saluran pernafasan akut ),penyakit kulit,TBC,meningitis,kelainan darah,kelainan darah,HIV,demam berdarah,flu burung.

Setiap orang tua harus tetap waspada terhadap berbagai penyakit yang membahayakan buah hati yakni penyakit yang telah disebutkan diatas terutama penyakit anemia pada anak. Anemia merupakan kekurangan helmoglobin beserta kekurangan zat besi. Penyakit anemia sangat sering dijumpai di indonesia serta merupakan salah satu masalah gizi yang cukup serius. Menurut De Mayer pada tahun 1993 mengatakan bahwa anemia merupakan masalah gizi yang lazim di dunia penderitanya lebih dari 700 juta manusia.

Anemia lebih dominan pada kekurangan zat besi yang mengakibatkan masalah kesehatan dan resiko serius terhadap masa depan anak. Penyakit anemia banyak ditemukan disekitaran kita diataranya pada 10 SD di jakarta yang telah dilakukan survei oleh yayasan kusuma bangsa mengatakan bahwa 34,1 % anak terkena anemia. Kemudian, kasus lain anemia yang menimpa finza asal tegal dlimo membuat tubuh kecilnya tidak bisa beraktifitas seperti anak normal pada umumnya.

Berdasarkan hal tersebut sudah sewajarnya setiap orang  melakukan pencegahan atau pengobatan dari penyakit anemia. Salah satu caranya dengan memberikan makanan pada anak berupa beras hitam organik. Beras hitam memiliki kandungan zat besi yang tinggi sehingga dapat dijadiakan sebagai alternatif pencegahan atau pengobatan terhadap penyakit anemia. Beras hitam dapat diolah dengan berbagai macam cara untuk membuat sikecil makan dengan lahap, salah satunya dengan membuatkan sereal beras hitam dan bubur beras hitam.

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *