Jakarta menarik diri dari program plastik berbayar


Belanja / Jumat, Januari 19th, 2018

kresek konveksi tas

Pemerintah DKI Jakarta telah menarik diri dari kebijakan nasional yang mewajibkan toko untuk mengenakan kantong belanja plastik yang dikeluarkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan minggu lalu. ebijakan tersebut dikeluarkan oleh Menteri Siti Nurbaya pada Hari Kesadaran Limbah Nasional melalui surat edaran dan menetapkan bahwa pengecer tidak boleh memberikan kantong plastik kepada pelanggan secara gratis, namun harus mengenakan biaya paling sedikit. Rp 200 (1 sen AS) untuk masing-masing.

Pemerintah DKI Jakarta malah akan memberlakukan peraturan 2013 tentang pengelolaan sampah, Gubernur Basuki ‘Ahok’ ? Tjahaja mengatakan cukup untuk mengurangi limbah kantong plastik. Oleh karena itu, Jakarta malah akan memesan pengecer untuk menggunakan kantong plastik biodegradable dan membiarkan keputusan untuk menagih pelanggan kepada mereka ke pengecer.

Jakarta termasuk di antara tujuh kota, bersama Tangerang, Banten, Bogor, Jawa Barat, Bandung, Jawa Barat, Banda Aceh, Aceh, Balikpapan, Kalimantan Timur, dan Surabaya, Jawa Timur, untuk menerapkan kebijakan tersebut. Awalnya ada 23 kota, tapi banyak ditunda aksi atau mundur karena kurang persiapan. Ketujuh kota ini terdiri dari hampir 10 persen dari populasi nasional, namun dengan populasi 10 juta jutawan Jakarta yang mundur dari program ini berarti enam kota yang tersisa hanya mewakili sekitar 6 persen dari 250 juta negara tersebut orang-orang.

Baca Juga : Konveksi Tas Yogyakarta Yang Membuat Tas plastik

Pasal 21 dari peraturan tersebut menyatakan bahwa pusat perbelanjaan, toko dan pasar harus menggunakan ‘???? ramah lingkungan’ ???? tas belanja plastik sebagai bagian dari usaha di seluruh kota untuk meminimalkan limbah, yang berarti bahwa kantong plastik yang digunakan harus terbuat dari bahan daur ulang dan mudah terurai secara hayati. Pasal 129 dari peraturan perundang-undangan tersebut lebih lanjut menyatakan bahwa semua pusat perbelanjaan, toko dan pasar yang mengabaikan atau dengan sengaja mengabaikan kewajiban mereka untuk menggunakan tas belanja plastik biodegradable sebagaimana diatur dalam pasal 21 akan didenda antara minimum Rp 5 juta dan paling banyak Rp 25 juta .

” Pemerintah DKI Jakarta memiliki peraturan yang sangat rinci tentang kantong plastik dan peraturan kami sudah sangat maju dibandingkan dengan hanya mengenakan biaya. Kami akan memberlakukan peraturan kami sendiri daripada memberlakukan kebijakan biaya kantong plastik, ‘? Ahok mengatakan kepada wartawan di Balaikota Rabu. Kepala Badan Pengelolaan Lingkungan DKI Jakarta (BPLHD) Junaedi mengatakan, pihaknya akan menyebarkan informasi ke pengecer dalam tiga bulan ke depan. Dia mengatakan bahwa biaya produksi kantong plastik biodegradable lebih tinggi daripada kantong plastik biasa, sehingga pengecer bisa mengenakan biaya kepada pelanggan. Junaedi meramalkan bahwa kantong biodegradable berharga dari
Rp 800 sampai Rp 1.000.

Untuk informasi berkaitan tentang fashion khususya tas kunjungi web ini ya http://konveksitasmurah.net

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *